Pesona Keindahan Candi Prambanan Jogjakarta

Candi Siwagrha (Shivagrha) yang berarti Rumah Siwa atau Shivalaya yang berarti Alam Siwa adalah nama lain dari Candi Prambanan dalam bahasa Sansekerta. 


Nama itu berdasarkan pada Prasasti Siwagrha yang berangka tahun 856 Masehi, yang juga menerangkan bahwa candi ini mulai dibangun sekitar tahun 850 Masehi oleh Rakai Pikatan dan pembangunannya dilanjutkan oleh Balitung Maha Sambu pada era kerajaan Medang Mataram. 


Selain juga karena di dalam ruangan candi candi utama memang terdapat arca Siwa Mahadewa setinggi 3 meter. 


Candi yang sejak tahun 1991 termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO ini juga disebut dengan Candi Rara Jonggrang karena terdapat patung Rara Jonggrang dalam salah satu candi yang ada di kompleksi candi. 


Candi Prambanan yang menghadap ke arah timur dengan pintu masuknya yang berada di empat penjuru mata angin ini berada di Desa Prambanan – Jogjakarta, yang merupakan perbatasan daerah Sleman dan Klaten . 


Lokasinya sekitar 120 km arah selatan dari Semarang. Atau sekitar 20 km arah timur dari Yogyakarta dan sekitar 40 km arah barat dari Surakarta. 


Candi Prambanan dengan ketinggian candi utama sekitar 47 meter ini adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia dan kompleks percandian terbesar dan terindah di Asia Tenggara selain Candi Angkor Wat. Candi ini dibangun sebagai persembahan untuk Trimurti. 


Candi ini pernah mengalami kehancuran dan rusak karena faktor bencana alam atau faktor lainnya. Pada tahun 1733, candi ini ditemukan oleh CA. Lons dari Belanda pada tahun 1733 menemukan candi ini dengan kondisinya yang porak poranda. 


Pada selanjutnya Colin Mackenzie, seorang surveyor bawahan Sir Thomas Stamford Raffles, menemukan candi ini. Sayangnya, walaupun Sir Thomas kemudian memerintahkan penyelidikan lebih lanjut sepanjang tahun 1880an, reruntuhan candi ini tetap terlantar hingga berpuluh-puluh tahun. 


Kemudian pada tahun 1855 Jan Willem Ijzerman mulai membersihkan dan memindahkan beberapa batu dan tanah dari bilik candi. 


IsaƤc Groneman kemudian melanjutkannnya dengan melakukan pembongkaran besar-besaran dan batu-batu candi tersebut ditumpuk secara sembarangan di sepanjang Sungai Opak. 


---------------------------------------------------------------------------------------------------

Break Session :

Baca juga artikel-artikel menarik lainnya di Blog ini dengan Langsung KLIK Link di bawah ini atau kata-kata berwarna Biru lainnya :
  
OLeh-oleh Khas Tuban 

Bisnis Tokek Yang Menggiurkan Ala Probolinggo
Foto Rongten Korban Santet Di Surabaya
Ruangan Dunia Lain Di Museum Kesehatan
Tengkorak Manusia Koleksi Museum Santet 
Makam Residen Belanda Yang Terlantar Di Surabaya

KRI Dewa Ruci Yang Legendaris Di Surabaya 
Kambing Bertanduk Empat Di Kebun Binatang Blitar 
Peringatan Hari Armada RI ke 67 Di Surabaya
Sembahyang Umat Hindu Di Gunung Kelud 
Patung Kuno Yang Dijarah Di Makam Belanda

Ancaman Maut Di Anak Gunung Kelud 
Jejak Vandalisme Makam Belanda Di Surabaya
Spa Alami Di Wisata Gunung Kelud 
Penampakan Hantu Di Petilasan Gembul
Kelenteng Boo Hway Bio Yang Indah Di Mojoagung

Misteri Gedung Singa Di Kota Surabaya
Nuansa Menegangkan Di Terowongan Gunung Kelud
Tauwa, Kuliner Peranakan Tionghoa Di Nusantara
Sayembara Unik Mengangkat Mesin Ketik Kuno
Sejuta Kekaguman Di Wisata Gunung Kelud

Mobil Mercedes Benz Kuno Peninggalan Bung Karno 
Relief yang Erotis Di Candi Penataran
Nostalgia Bung Karno Dengan Tokoh-tokoh Dunia
Gereja Batu Yang Unik Di Puhsarang Kediri
Patung Budha Sedang Tidur Di Mojokerto

Nostalgia Bung Karno dengan Tokoh Populer Dunia
Relief yang Erotis Di Candi Penataran
Kelenteng Hok Liong Kiong Yang Indah Di Jombang
Patung Makco Thian Shang Sen Mu Di Kediri 
Masjid Cheng Ho Yang Indah Unik Di Surabaya 

Jejak Bioskop Peninggalan Dinasti Sampoerna
Nuansa Misteri Di Mercusuar Sembilangan Madura
Patung Dewi Kwan Im Di Pantai Surabaya
Jejak Kerajaan Majapahit Di Candi Brahu
Jejak Makam Belanda Di Kota Surabaya

Sisi Lain Monumen Tugu Pahlawan Surabaya 
Ragam Kapal dan Perahu Tradisional di Lamongan 
Sosok Dokter Perintis Museum SANTET  
Meriahnya Parade Senja Di Grahadi Surabaya 
Pura Mandara Giri Semeru Yang Megah Di Lumajang

Relief Kucing Di Kelenteng Tjoe Ling Kiong - Tuban
Kota TEXAS Di Lamongan 
Museum Yang Menyimpan Benda-Benda Santet 
Harimau dan Singa Liar Di Lamongan
Benda-benda Bernuansa Mistis dan Magis di Museum
Bisnis Tokek Yang Menggiurkan Ala Probolinggo

Kuda Unik Yang Bermahkota dan Bersayap
Jejak Sekolah Presiden Soekarno Di Surabaya
Monumen Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk Di Lamongan
Kisah Ali Baba Di Istana Boneka
Lukisan Ala Komik Di Kelenteng Bojonegoro 

Gadis di Tuban  Penarik Truck Dengan Menggunakan Rambut dan Gigi
Kerangka Gajah Purba Di Lamongan
Wisata Religi Di Makam Sunan Giri
Nasi Krawu Yang Nikmat dan Khas Gresik
Kue Pudak yang Nikmat dan Khas Gresik

Gedung Setan Yang Terkenal Di Surabaya
Mengenang Marching Band Sampoerna Yang Fenomenal
Indahnya Panorama Senja Di Pantai Kartini 
Pasar Tradisional Di Ranuyoso Yang Eksotis
Kelenteng Sumber  Naga Di Kota Probolinggo  

Nenek Penghuni Hutan Pinus Di Banyuwangi 
Bunker Peninggalan Belanda Di Surabaya
Wisata Guci Alit Yang Indah Di Lumajang 
Pura Luhur Poten Di Lautan Pasir Gunung Bromo

Indahnya Masjid Agung Tuban di Malam Hari 
Kejurnas Off Road 4x4 Real Adventure di Tuban
Reog Malam Bulan Purnama Di Tuban 
Indahnya Pantai Panyuran - Tuban 
Pameran Foto Bol Brutu di House Of Sampoerna 

Souvenir Ongkek Yang Unik dan Khas Tuban
Mushola Unik Di Dalam Gua Akbar 
Pantai Sowan Yang Indah dan Alami
Rumah Serangga Di Lamongan
Meraup Kesegaran Alami Di Pemandian Bektiharjo
Iklan Pajak Keliru Ala Tuban 

Kelenteng Hong Tiek Hian - Surabaya

Makam Siti Fatimah Binti Maimun Yang Unik 
Harimau di kelenteng Kwan Sing Bio 


Wanita Mini 75 cm dari Tuban 
Nuansa Nostalgia Di Pantai Tasikharjo Tuban 
Tradisi Bubur Suruh Di Makam Sunan Bonang
Buah Kenitu Yang Nikmat Dan Segar 
Kesenian Jaran Bodag Yang Eksotis dari Probolinggo

Bertemu Bajak Laut Di Lamongan
Indahnya Pasar Bunga Kayun Di Surabaya
Wisat` Laut Tuban Yang Mengecewakan
Makam Panjang 9 Meter di Gresik
Arca-arca Kuno Di Pemandian Banyu Biru  
Relief Erotis Di Situs Gua Pasir 

Rumah Kucing Di Lamongan 
Pesona Kuda Jingkrak di Tuban
Rumah Sakit Hantu Di Lamongan 
Foto Gus Dur di Kelenteng Boen Bio 
Gulai Kacang Hijau Yang Unik Ala Surabaya

Nuansa Horor Di Museum Kesehatan
Sumber Air Tawar Di Pantai Boom Tuban 
Ikon Ala Nazi di Kelenteng Kwan Sing Bio
Situs Bangunan Kuno Di Kayangan Api 

Camilan Ampo Yang Terbuat dari Tanah
Menguji Adrenalin di Watu Ondo
Rambu Ala Slankers Di Bojonegoro
Buah Kepel Sebagai Deodoran Alami
Kelenteng Mungil Poo Tong Biaw di Besuki

Nikmat dan Segarnya Es Dawet Siwalan
Indahnya Alun-alun Tuban di Malam Hari
Pesona Kesegaran Air Terjun Sri Getuk
Ribuan Ikan dan Kelelawar di Gua Ngerong
Gemerlap Istana Dalam Gua 
 

Rumah Gajah Mungkur Yang Indah Dan Unik
Museum Anak Kolong Tangga
Jangkar Bermata Empat Di Museum Kambang Putih
Pesona Keindahan Candi Prambanan
Parade Foto-foto Indah Karya Brutuis

Pondok Pesantren Dalam Gua Yang Fenomenal
Minuman Legen Yang Nikmat dan Segar
Jejak Majapahit di Candi Jabung  
Uang Lama Dan Kuno Keluaran Probolinggo
Kesenian Singo Ulung Yang Eksotis Dari Bondowoso

Relika Makam Walisongo Di Lamongan
Nikmatnya Jajanan Ala Kampung Ampel - Surabaya 
Mobil Rolls Royce Kuno Milik Dinasti Sampoerna 
Pesawat Nomad TNI Angkatan Laut  Di Museum Probolinggo 
Gereja Merah Yang Unik Di Probolinggo 

 Tips Mencari  Dan Mendapatkan Pemasang Iklan Di Blog

 Tips Mencari dan Mendapatkan Pemasang Iklan Di Blog #2


Tips Mencari dan Mendapatkan Pemasang Iklan Di Blog #3 

Mengenal Karakter Pemasang Iklan Di Blog 
================================================================
Pemugaran candi sudah dimulai pada tahun 1918, akan tetapi upaya serius yang sesungguhnya dimulai pada tahun 1930-an. Pada tahun 1902-1903, Theodoor van Erp memelihara bagian yang rawan runtuh. 


Jawatan Purbakala (Oudheidkundige Dienst) di bawah P.J. Perquin pada tahun 1918-1926, dilanjutkan melanjutkan pemugaran dengan cara yang lebih sistematis sesuai kaidah arkeologi. 


Pada tahun 1926-1930 pemugaran dilanjutkan De Haan dan pada tahun 1931-1942 digantikan oleh Ir. V.R. van Romondt. 


Pemugaran candi Siwa sebagai candi utama dirampungkan pada tahun 1953 dan berlanjut hingga tahun 1993 oleh pemerintah Indonesia. 


Dalam kompleks Candi Prambanan terdapat 240 candi yang terdiri dari 3 Candi Trimurti: candi Siwa dengan 47 meter dan lebar 34 meter, candi Wisnu dan candi Brahma dengan tinggi 33 meter dan lebar 20 meter , 3 Candi Wahana yaitu candi Nandi, Garuda, dan Angsa, 2 Candi Apit, 4 Candi Kelir dan 4 candi Patok setinggi 2 meter dan 224 candi Perwara ( candi pengawal ) setinggi 14 meter dengan ukuran denah 6x6 meter. 


Tetapi dari sekian banyak candi itu , hanya terdapat 18 candi yang bisa dilihat bentuknya secara utuh ; yaitu 8 candi utama dan 8 candi kecil di zona inti serta 2 candi perwara.


Dari 224 candi perwara hanya 2 yang sudah dipugar dan yang lainnya hanya tumpukan batu yang berserakan di kompleks candi. 


Candi Prambanan memiliki banyak relief yang indah tentang epos Hindu yang berkisah tentang Ramayana dan Krishnayana. Diantaranya terdapat relief yang menampilkan Shinta tengah diculik Rahwana yang menunggangi raksasa bersayap, sementara burung Jatayu di sebelah kiri atas mencoba menolong Shinta. 


Tiket masuk ke Candi Prambanan untuk wisatawan Nusantara Rp 30.000 dengan jam buka mulai pukul 06.00-18.00. 


Ada juga paket terusan Rp 45.000 yang berlanjut kunjungan ke Kompleks Candi Ratu Boko yang terletak sekitar 3 km dari candi Prambanan dengan menggunakan angkutan shuttle secara gratis. 
   
    

Candi Prambanan memang sangat indah dan menawan dengan segala pesona pada bangunan candi dan kisah-kisahnya. Berkunjung ke candi Prambanan membuat kita merasa kagum dalam mengenang kejayaan peradaban di masa lampau. 

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Lambat Laun - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger